Saat manusia memasuki usia dewasa sampai akhirnya Alloh mempertemukan dia dengan pasangan yang tepat untuknya. Kadang saat menanti datang pasangan kita harus banyak bersabar karena alloh akan memberi kita jodoh ataupun pasangan yagg terbaik buat kita.

Rumah tangga adalah dunia yang baru bagi manusia karena dalam rumah tangga ego harus menjadi hal yang tidak bisa dinomor satukan tapi tiap orang harus bisa memanajemen egonya masing – masing. Sebaikknya menanamkan niat yang baik sebelum melangkkah dalam rumah tangga salah satu niat yang terbesar adalah menikah karena ingin menunaikan sunah rosul dan untuk beribadah kepada Alloh. Hal itu juga akan menjadi dasar kita melangkah dalam pernikahan. Orang yang menjadi pasangan kita tidaklah harus orang yang kita cintai( maksudnya disini adalah cinta dengan proses yang tidak syar’i misalnya pacaran) saat sebelum menikah pasti ada orang yang sangat kita kagumi juga kita idoalkan nah saat suatu ketika kita sudah waktunya menikah maka tidak harus dengan orang yang kita kagumi karena dari pengalamanku Alloh akan mempertemukan kita dengan orang yang tepat dengan orag yang memiliki dengan berbagai kelebihan yang dulu kita kagumi asal syaratnya kita harus bisa menerima dengan iklash sabagai contoh yang telah kualami Alloh sekarang ini memberiku seorang suami yang sangat baik yang punya banyak kelebihan yang dulunya sama sekali tidak aku duga sebelumnya.
Rumah tangga yang indah bukan berarti tanpa ada masalah tapi rumah tangga yang indah adalah rumah tangga yang punya masalah tapi bisa bijak dalam menghadapi masalah yang datang. Salah satu misalnya adalah saat suami mempuyai selera yang berbeda dengan istri bukan berarti kita akan terus memaksakan memasak makanan yang kita sukai tapi kita bisa menghormati perbedaan tersebut dengan mengajak berdiskusi bagimana cara menjadwal menu dalam rumah tangga. Hal ini ditempuh bukan berarti kita memperbesar masalah yang kecil dalam umah tangga karena bisa jadi masalah besar yang terjadi dalam rumah tangga di mulai dari masalah yang kecil dan sepele. Contoh yang lainnaya adalah saat pasangan kita mempunyai salah ataupun menyakiti hati sampaikan permasalahan dengan terbukan saat pikiran dan emosi sudah dingin jadi jangan menyampaikan masalah dengan kepala yang panas karena hal itu akan membuat masalah menjadi lebih panas lagi ada kalanya kita harus berkorban perasaan untuk mengakui kesalahan yang tidak kita lakukan demi untuk meredam emosi supaya tidak menjadi masalah yang besar.
Dulu sewaktu kami menikah ada banyak sekali pertentangan dari pihak keluarga karena kami menikah saat suamiku belum lulus dari S1 akupun juga begitu aku belum lulus dari S1 kami masih sama – sama menjadi mahasiswa. Tapi tiap ada masalah yang datang kami berusaha untuk menyadari bahwa itu resiko dari keputusan kami untuk menikah. Kembali pada niat semula yaitu beribadah kepada Alloh agar Alloh selalu mencintai kita karena kita saling mencintai karenaNya.

Artikel Agama Islam Lainnya