Para ulama berbeda pendapat mengenai arti kata surat, dari kata apa yang ia diambil? Ada yang berpendapat bahwa kata”assurat” itu berasal dari kata” alibaanatu”( kejelasan ) dan alirtifaa’u ( ketinggian ) . Dengan pembaca berpindah – pindah dari satu tingkatan ketingkatan yang lain. Ada yang mengatakan, karena kemuliaan dan ketinggiannya laksana pagar negeri.  Ada juga yang menyatakan, di sebut “al-ayat” karena ia merupakan suatu keajaiban yang tak sanggup manusia berbicara sepertinya

%( 1 )%BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

( QS. 1:1 )

Disebut Al- faatihah artinya pembukaan kitab secara tertulis. Dan dengan Al-faatihah itu dibuka bacaan shalat. Anas bin Malik menyebutkan ” Alfaatihah itu juga disebut juga Ummul Kitab menurut jumhurul ulama. Dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh al-Tarmidzi dari Abu Hurairah ia menuturkan,Rosulloh  SAW Bersabda ( Alhamdulillahi robbil ‘alamin ) adalah Ummul Qur’an,Ummul kitab,as-Sab’ul matsani ( Tujuh ayat yang dibaca berulang – ulang ), dan al-Qur-anul’Azhim.”

Surat ini disebut juga dengan sebutan al-Hamdu dan ash-Shalah. Hal itu didasarkan pada Sabda Rosullulloh Shallahu’alahi wassalam Dari Rabb-nya,Dia berfirman: ” Aku memabagi shalat antara diriku dengan hamba-Ku menjadi dua bagian. Jika seorang hamba mengucapkan” ‘ Alhamdulillahi rabbil ‘alamin maka Allah berfirman: ‘ Aku telah di puji oleh hamba-Ku'”

Al-faatihah juga disebut Ash- Shalah,karena al- Faatihah itu sebagai syarat sahnya shalat. Selain itu,al-Faatihah juga asy-syifa’. Berdasarkan Hadist riwayat ad-Darimi dari abu Sa’id, sebagai hadits marfu’: ” Fatihatul kitab itu merupakan Syifa’ ( penyembuh ) dari setiap racun.”

Juga disebut ar- Ruqyah. Berdasarkan hadist Abu Sa’id, yaitu ketika menjampi ( ryqyah ),seseorang yang terkena sengatan, maka Rosulloh Bersabda: ” Dari mana engkau tahu bahwa al – Faatihah itu adalah ruqyah.”

Surat al – faatihah diturunkan di Makkah ( Makkiyah ). Demikian dikatakan Ibnu ‘Abbas, Qatadah.dan Abu Al -‘Aliyah. Tetapi da juga yang berpendapat bahwa surat ini turun di Madina ( Madaniyah ). Inilah pendapat Abu Hurairah,Mujahid, Atha’ bin Yasar, dan az- Zuhri. Ada yang berpandapat,surat al – Faatihah turun dua kali, sekali turun di Makkah dan yang sekali lgi di Madinah

Pendapat pertama lebih sesuai dengan firman Alloh di surat Al- Hijr: 87 ) Wallahu a’lam

Dan surat ini,secara sepakat,terdiri dari tujuh ayat. Hanya saja terdapat perbedaan dalam masalah basmalah, apakah itu sebagai ayat yang berdiri sendiri pada awal surat al- Faatihah, sebagaimana menurut kebanyakan para qurra’ Kuffah dan pendapat segolongan Sahabat dan Tabi’in. Atau bukan sebagai ayat pertama dari surat tersebut,sebagaimana yang dikatakan para qurra‘ dan ahli fiqih Madinah. Dan mengenai hal ini terdapat tiga pendapat, yang Insya Alloh akan ada pembahasannya di bab berikutnya.