Mereka mengatakan: ” Surat al-faatehah terdiridari 25 kata dan 113 huruf. ” Al – Bukhari mengatakan dalam awal kitab tafsir: ” Disebut Ummul Kitab,karrena al- Faatihah ditulis permulaan al-Qur’an dan di baca pada permulaan shalat. Ada juga yang berpendapat, disebut demikian karena seluruh makna al-Qur’an kembali kepada apa yang dikandungnya.”

Ibnu jarir mengatakan: ” Orang Arab menyebutnya’ umm’ untuk semua yang mencakup atau mendahului sesuatu jika mempunyai hal – hal lain yang mengikutinya dan sebagai pemuka yang meliputinya. Sepert umm al- ra’s,sebutan utuk kulit yang meliputi otak ( kepala ). Mereka menyebut bendera dan panji tempat berkumpulnya pasukan dengan umm.”

Dzur ar – Rummah mengatakan :

yang artinya; Pada ujung tombak itu terdapat panji kami,yang menjadi lambang bagi kami.

Sebagai pedoman segala urusan,yang sedikitpun tak kan kami menghianatinya.

Maksudnya tombak. Makkah disebut ummul Qura’ karena keberadaannya terlebih dahulu dan sebagai penghulu bagi kota – kota yang lainnya. Ada juga yang berpendapat karena bumi dibentangkan darinya.

Dan benar as-Sab’ul Matsani karena di baca berulang – ulang dalam shalat,pada setiap rakaat sholat,meskipun kata al-Matsani memiliki makna lain sebagaimana akan dijelaskan pada tempatnya (nanti ). Insya Alloh.

KEUTAMAAN AL-FAATIHAH

Imam Ahmad meriwatkan dari Abu Sa’id bin al- Mualla( RA),katanya: ” Aku pernah mengerjakan shalat lalu Rosulullah SAW memanggilku tetapi aku tidak menjawabnya,hingga aku menyelesaikan shalat. setelah itu aku mendatangi beliau,maka beliau pun bertanya; ‘ Apa yang menghalangimu datang kepadaku?’ Maka aku menjawab: ‘ Ya Rasullah,sesungguhnya aku tadi sedang mengerjakan shalat.’ Lalu beliau bersabda:’ Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman ( Wahai orang – orang yan beriman,penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul enyerumu kepada yang memberi kehidupan kepadamu Qs. Al – Anfal:24 ) Dan setelah itu beliau: ‘ Aku ajarkan kepadamu suatu surat yang paling agung di dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid ini.’ Maka beliau pun menggandeng tanganku. Dan ketika hendak keluar dari masjid, aku katakan:’ Ya Rosulloh, engkau tadi telah berkata akan mengajarkan kepadaku surat yang agung dalam al- Qur’an.’ Kemudian beliau menjawab:’ benar,( alhamdu lillahirobbil a’alamin ),ia adalah as-Sab’ul Matsani dan Al- Qur-an al-‘Adzim yang telah turun padaku.

Demikian pula yang diriwayatkan al-Bukhaari,abu bawud,an-Nasa-i dan Ibnu Majah,melalui beberapa jalur sanad dari Syu’bah

Para ulama menjadikan hadist ini dan semisalnya sebagai dalil keutamaan dan kelebihan sebagian ayat dan atas surat atas lainnya,sebagaimana yang disebutkan banyak ulama,diantaranya Ishak bin Rahawaih,Abu Bakar Ibnu al-Arabi, Ibnu al-Haffar seorang penganut mahzab Maliki.

Sedangkan sekelompok lainnya berpandapat bahwasanya tidak ada keutamaan suatu ayat atau surat atas yang lainnya,karena semuannya merupakan firman Allah SWT. Supaya hal itu tidak menimbulkan dugaan adanya kekurangan pada ayat yang lainnya,meski semuanya memiliki keutamaan.

Pendapat ini di nukil oleh al- Qurtubi dari al- Asy’ari, Abu Bakar al- Baqillani, Abu Hati Ibnu Hibban al- Busti, Abu Hayyan, Yahya bin Yahya, dan sebuah riwayat dari imam malik.

Ada hadist riwayat al – Bukhari dalam kitab Fadhailul Qur’an, dari Abu Sa’id al- Khudri, katanya: ” Kami pernah berada dalam suatu perjalanan, lalu kami singgah, tiba – tiba seorang budak wanita datang seraya berkata:’ Sesungguhnya kepala suku kami tersengat, dan orang kami sedang tidak berada di tempat apakah diantara kalian ada yang bisa ruqyah? ( Masih bersambung)