https://i0.wp.com/erabaru.or.id/images/stories/meridians.gif

Meridian pada Tubuh Manusia menurut ilmu pengobatan Tiongkok Kuno

(Erabaru.or.id) Pengobatan Cina Klasik mempunyai akar yang sangat dalam bertalian dengan filsafat-filsafat dari Daoisme, Confucianisme, dan Buddhisme. Ia dikembangkan dari pengajaran-pengajaran teks-teks pengobatan klasik penganut Dao masa lampau Negeri China. Ini termasuk Huangdi Neijing – Su Wen, Tai Su, Kungan Shu; Nan Jing; Mai Jing, Shang Han Lun; Jia Yu Jing dan pengajaran dari Akademi Pengobatan dari Dinasti Song. Empat Guru Besar dari periode Jin-Yuan adalah -Liu Wansu, Zhang Congzheng, Li Gao dan Zhu Danxi.

Pengobatan Cina Klasik bersandarkan kesamaan perpaduan hukum dari:

– Yin dan Yang
– Akupunktur
– Wu Xing (5 elemen / resonansi-resonansi –Kayu, Api, Tanah, Logam, Air)
– Liu Qi (6 energetika -Tai Yang, Shao Yang, Yang Ming, Tai Yin, Jue Yin dan Shao Yin)
– Energi Sanjiao (produksi Wei, Ying, Jing and Jing Shen, Xue, Jing Ye).

Penekanan kuat adalah juga ditempatkan pada aspek dari Daoisme adalah menyangkut kultivasi moralitas sebagai suatu komponen dasar evolusi tubuh manusia menuju penyembuhan dan kesehatan prima. Kultivasi ini hadir lewat disiplin Meditasi, Qi Gong, Tai Chi dan filsafat Dao. Adalah penting para praktisi pengobatan Tiongkok kuno untuk hidup dalam filsafat yang diajarkan.

Banyak dari teks serta liteatur pengobatan medis Dao di masa lampau telah hilang ketika Negeri China mengalami banyak pergolakan politik dan budaya. Sebagai contoh, berkembangnya Neo-Konfusianisme pada abad ke-11, di mana filsafat Dao yang kuno dan teks-teks pengobatan dilarang atau dihancurkan, saat revolusi kebudayaan, dan pada abad ke-19, dengan diperkenalkannya Pengobatan Barat di Negeri China dimana ada satu usaha untuk “Membaratkan” pengobatan Cina.

Selama perkembangan Pengobatan Tradisional China di tahun 1950-an banyak akar dari pengobatan tradisional lenyap dalam usaha untuk mempersatukan dan mengatur berbagai gaya dan tradisi untuk mempopulerkan dan mempromosikan pengobatan Tiongkok di dalam negeri dan keseluruh dunia, bahkan banyak istilah dan pemahamannya juga sudah dirubah. Seperti yang Anda temui sekarang, sangat sedikit penekanan pada komponen-komponen spiritual dan kultivasi moralitas yang seharusnya menjadi penekanan pentingnya.

“Seperti istilah Qigong, sesungguhnya ia tidak disebut “Qigong”, Ia disebut “Xiulian”. Tentu saja ia masih punya nama spesifik lain, tapi secara keseluruhan disebut Xiulian. Lalu mengapa disebut Qigong? Penyebaran Qigong dalam masyarakat sudah mencapai lebih dari 20 tahun lamanya, telah dimulai sejak pertengahan periode “Revolusi Besar Kebudayaan,” dan mencapai puncaknya pada akhir periode. Pada waktu itu ideologi ekstrem kiri sangat serius. Kami tidak membicarakan apa nama Qigong pada masa budaya prasejarah, dalam perkembangan peradaban manusia sekarang ini, ia telah melewati suatu masyarakat feodal, jadi acap kali punya nama yang sangat kental bercorak feodal. Yang berhubungan dengan agama, sering kali juga punya sebuah nama yang sangat kental bercorak agama. Misalnya yang dinamakan “Metode Agung Kultivasi Tao,” “Dhyana Vajra,” “Metode Arhat,” “Maha Fa Kultivasi Buddha,” “Ilmu Sembilan Putaran ‘Dan’ Emas,” dan semacamnya. Bila disebutkan pada masa “Revolusi Besar Kebudayaan,” bukankah anda akan jadi sasaran kritik? Walaupun master Qigong dalam menyebarluaskan Qigong bertujuan baik, untuk menghalau penyakit dan menyehatkan tubuh bagi anggota masyarakat luas, meningkatkan kualitas tubuh mereka, alangkah bagusnya hal ini, namun itu pun tidak boleh, sehingga semua orang tidak berani memakai sebutan itu. Oleh karena itu banyak master Qigong dalam tujuan menyebarluaskan Qigong, lalu mengutip secara lepas konteks pada dua kata dari kitab Dan Jing dan Tao Tsang, yang disebut menjadi Qigong. Ada sebagian orang malah melakukan riset dengan menyusup ke dalam istilah Qigong, di sini tidak ada sesuatu yang dapat diriset, dahulu kala ia disebut Xiulian. Qigong semata-mata adalah sebuah istilah baru yang sengaja diciptakan guna menyesuaikan ideologi manusia modern.

Qigong bukan berupa keterampilan manusia biasa, ia sepenuhnya merupakan sesuatu yang melampaui umum, maka perlu menggunakan prinsip tingkat tinggi untuk mengukurnya. Sebab fundamental yang menyebabkan Gong (energi kultivasi) tidak dapat tumbuh adalah dua huruf: “Xiu” dan “Lian,” banyak orang hanya memandang penting pada Lian (berlatih), namun tidak memandang penting pada Xiu (kultivasi watak/moralitas). Oleh karena itu harus mengutamakan Xiulian Xinxing, Gong anda baru dapat tumbuh, tingkat anda baru dapat naik.

Xinxing meliputi De (substansi putih), meliputi Ren (kesabaran), meliputi kesadaran, meliputi kerelaan melepas, melepas berbagai macam nafsu keinginan manusia biasa, berbagai keterikatan hati, masih harus dapat menanggung penderitaan dan lain-lain, termasuk banyak aspek lainnya. Xinxing manusia pada segala aspek harus dapat ditingkatkan, dengan demikian anda baru dapat mencapai peningkatan sejati, ini merupakan salah satu faktor krusial dalam usaha meningkatkan daya Gong.

Begitu Xinxing meningkat, tubuh anda akan mengalami perubahan yang amat besar. Bila Xinxing meningkat naik, materi pada tubuh anda tentu akan mengalami perubahan. Perubahan apa yang terjadi? Segala benda buruk yang anda kejar secara obsesif, telah dapat anda singkirkan. Sebagai sebuah contoh: sebuah botol diisi penuh dengan benda kotor, lalu disumbat rapat, dan dilemparkan ke dalam air, ia akan langsung tenggelam sampai ke dasar. Bila anda menuang ke luar kotoran yang ada di dalam, makin banyak dituang, ia akan makin tinggi mengapung, jika seluruhnya dituang ke luar, ia akan mengapung sepenuhnya. Selama dalam proses Xiulian, kita justru harus membuang berbagai benda buruk yang ada pada tubuh, dengan demikian baru dapat membuat anda membubung, justru inilah fungsi yang diperankan oleh karakter alam semesta ini. Jika anda tidak Xiulian Xinxing anda, nilai moral anda juga tidak meningkat, pikiran yang buruk dan materi yang buruk tidak disingkirkan, ia tidak akan membolehkan anda membubung, jadi bagaimana anda dapat mengatakan ia tidak identik? Kita ambil sebuah lelucon, seandainya seseorang yang masih memiliki tujuh perasaan dan enam nafsu manusia biasa, lalu diperkenankan naik ke atas menjadi Buddha, coba anda pikirkan apakah hal ini mungkin terjadi? Mungkin saja di saat dia melihat seorang Maha Bodhisattva itu begitu cantik, lalu timbul hasrat buruknya. Begitu pula karena sifat iri hati yang belum tersingkirkan, akan menimbulkan konflik dengan Buddha, bolehkah peristiwa semacam ini terjadi? Lalu bagaimana? Di tengah manusia biasa berbagai macam pikiran tidak baik harus anda singkirkan seluruhnya, dengan ini anda baru dapat meningkat ke atas. “(Dikutip dari buku “Zhuan Falun”)

Akupunktur

Akupunktur adalah salah satu bentuk yang paling tua tentang penyembuhan yang digunakan di dalam pengobatan Tiongkok klasik (tradisional). Ia menjadi suatu sistem pengobatan tak terpisahkan, termasuk obat herbal Tiongkok. Keduanya berakar pada prinsip bahwa terdapat saluran energi (channel) didalam tubuh yang mempengaruhi hubungan internal antar organ dan struktur tubuh manusia. Energi dalam saluran ini dapat dipengaruhi dengan menancapkan jarum pada titik-titik spesifik disepanjang saluran pada permukaan tubuh, yang dikenali sebagai titik-titik akupunktur.

Masing-masing titik-titik akupunktur ini bertindak sebagai satu jalan akses, ke saluran-saluran peredaran yang lebih dalam. Jarum yang ukurannya sangat halus ditancapkan pada titik-titik tertentu, merangsang titik-titik ini dan dengan demikian mengaktifkan kemampuan-kemampuan penyembuhan alami dari tubuh.

Energi vital tubuh itu disebut Qi. Ilmu pengetahuan medis barat yang jauh tertinggal dibandingkan pengetahuan medis Tiongkok kuno itu hingga kini masih belum memahami energi ini. Sebetulnya itu dapat dibayangkan sebagai semacam energi elektromagnetik yang mengalir di sepanjang tubuh. Ketika seseorang sehat, Qi mengalirkan dengan lembut dan kuat. Jika arus itu adalah terlalu lemah atau terlalu kuat maka penyakit akan terjadi. Jika arus itu dihalangi atau disela, seperti halnya luka-luka atau radang sendi, nyeri akan terjadi. Akupunktur mengoreksi aliran Qi dan menghasilkan efek perubahan positif didalam tubuh. Perubahan Qi dapat mendahului perubahan fisik, inilah mengapa akupuntur dapat juga digunakan sebagai tindakan medis preventif .

Pengobatan Herbal Cina

Pengobatan tradisional Herbal Cina, seperti akupunktur, adalah suatu sistim pengobatan yang muncul dari sebuah filsafat hidup yang holistik. Itu menekankan interkoneksi mental, emosional, dan komponen-komponen secara fisik di dalam masing-masing orang, dan pentingnya keselarasan antara individu dan kelompok sosial mereka, seperti juga antara umat manusia secara keseluruhan dan alam. (dikutip dari teks “Herbal Tiongkok”)