Awalnya orang tidak akan tahu bagaimana hidup yang akan dijalaninya…

Legenda yang pertama yang akan dijalani adalah saat dia dilahirkan kedunia,dia tidak bisa memilih dia sebagai laki – laki ataupun perempuan. Karene asal sifat manusia kepada sang pencipta adalah taat dan patuh. Dia akan terus berkembang tumbuh dengan siraman kasih sayang seorang ibu,ayah dan beberapa orang yang ada disekitarnya menjadi sebuah lingkungan yang turut andil dalam perkembangannya. Dalam perkembangannya dia diberi bekal nurani untuk memilih jalan hidupnya nanti.
Sebuah legenda hidup sudah dimulai ketika dia mencapai remaja…
dia mulai mencari jatidiri dengan apa yang dia lihat dan dia sukai,dia akan cepat bosan dengan apa yang dia anggap tidak bisa membuat hidupnya nyaman. Sejak saat itu dia akan mendapatkan julukan baik jika jalan yang dipilih itu baik dan buruk jika jalan yang dipilih itu buruk. Akan tetapi saat itu dia masih bisa berubah,pilihan jalan hidup masih beraneka ragam masih banyak pilihan yang bisa ditentukan. Sudah menjadi hal yang wajar jika terkadang anak membuat kecewa orang tuanya,juga sudah menjadi hal yang wajar kalau anak bisa menyenangkan hati orang tuanya tinggal bagaimana masing – masing dari orang itu menyikapinya…
akan tetapi terkadang orang tua juga tidak berfikir bagaimana nanti kalau anaknya kecewa padanya? bagaimana nanti kalau anak – anaknya marah saat dia memaksakan kehendak pada anaknya. Dia akan berontak untuk menunjukkan keberadaannya,dia ingin diakui bahwa kini dia telah dewasa,dia telah bisa menentukan jalan hidup yang terbaik buat dia. Dia telah memasukki legenda hidup selanjutnya…
Tahap ini adalah tahap sejarah hidup tiap manusia…
Karena dia yang dulu mungil kini telah dewasa…
Jika laki – laki dia telah mengalami masa – masa yang berbeda…
Dia mulai berdandan untuk menarik hati lawan jenisnya…
Sedangkan untuk perempuan dia sudah mengalami beberapa perubahan dalam bentuk tubuhnya
Sudah elok untuk dipandang…
Hati yang dulu hanya terpikat pada es krim kini terbagi kepada lawan jenisnya…
Maka sejarah ini jangan sampai dilewatkan dan jangan sampai salah dalam bersikap…
Jatuh cinta…
Dia sudah mulai berkata kepada orang tuanya,bahwa dia ingin menikah…
Akan tetapi orang tuanya selalu bilang kalau menikah itu harus lulus dari kuliah,punya pekerjaan,punya kendaraan,juga punya segalanya sekarang jalinlah dulu perkenalannya,jalin dulu hubungan dengannya…
Dia mulai berfikir??? kenapa orang tuaku memintaku untuk melakukan pacaran??? sedangkan Islam tidak memperbolahkan pacaran?? yang ku inginkan adalah pernikahan bukan pacaran tapi tidak apalah untuk nglegani orang tua.
Hari berlalu sejak hari itu seminggu,sebulan,setahun dia kembali meminta ijin untuk menikahi perempuan yang telah menjadi pacarnya selama setahun. Dia sudah merasa bisa membelikan baju untuk orang tuanya dengan harapan proposal nikahnya akan diijinkan… akan tetap dia gagal lagi.
Dia mulai tertunduk lesu…
Nafsu sudah mulai bergejolak karena semakin hari hubungan dengan gadis pujaannya semakin dekat.
Sekali lagi dia meminta ijin untuk menikah dengan gadisnya,tapi lagi – lagi jalan itu buntu…
dia semakin putus asa… Kuliah yang awalnya sangat rajin mulai lemas dia ingin dorongan orang lain yang dia sebut “istri” bukan “pacar”
Hari – hari yang dia jalani tidak lagi ceria seperti dulu,karena ijin yang disampaikan tak juga diijinkan. Berbagai cara sudah dilakukan supaya dia diijinkan untuk melakukan kebaikkan berupa pernikahan. Dia mulai bingung…
Sekarang dia yang dulu mungil kini telah berubah penampilannya…
Celananya tak lagi panjang akan tetapi diatas matakaki…
Janggutnya yang dulu selalu bersih kini sudah tumbuh rambutnya dan dia biarkan panjang karena sunahnya Rosulloh
Sholat selalu dia lakukan…
Setelah proses yang panjang untuk meminta ijin nikah tetapi seakan belum terlihat tanda – tanda diijinkan oleh orang tuanya. Akhirnya dia mulai berubah… Hubungan dengan gadis pujaannya tak lagi dekat karena dia takut tak lagi cinta yang biacara melainkan nafsu yang membara. dia sangat takut jika sampai dia berzina dengan gadisnya… dia berusaha untuk berlari dari dosa sekuat tenaganya dia berlari… Sampai hatinya terluka,sampai hatinya juga kecewa karena orang tuanya tak juga mengerti maksud hatinya. Dia memilih jalan salaf… dia teguhkan hatinya dimanhaj ini. Dia yakin dan percaya pemuda yang menjaga kehormatannya akan mendapat balasan dari Alloh.
Sampai akhirnya dia memasuki legenda yang akan merubah sejarah hidupnya…
Dia untuk yang kesekian kalinya meminta ijin untuk melakukan pernikahan untuk menjaga dirinya dari perbuatan yang itu akan mempermalukan keluarganya. Tapi lagi – lagi usaha itu gagal… Sedangkan sang gadis pujaan juga mensyaratkan hal yang sama. Dia mulai ragu dengan perasaannya,dia bimbang dengan cintanya,dia merasa bahwa gadisnya tidaklah mencintai dirinya akan tetapi harta yang belum tentu dia miliki. Akhirnya hubungan juga semakin jauh… Kata sepakat untuk berpisah juga sudah terucap akan tetapi belum ada alasan yang jelas kenapa harus berpisah…
Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menikah dia belajar mencari uang,mencari maisyah untuk istrinya nanti… Dia dan teman – temanya membuat event organizer yang membawanya ke sebuah kota yang asing. Dia mulai membuang perasaan yang tidak menentu antara kecewa dan pasrah… Hatinya tak lagi sekokoh yang dulu.
Sebenarnya inilah adalah legenda yang Awal bagi dia…
Dia berjumpa dengan gadis yang diluar impiannya…
Dia berjumpa dengan gadis yang tingginya hanya setengah dari tinggi badannya…
Dia mulai berkenalan dengan gadis itu…
Iseng – iseng dia bilang kalau dia jomblo
Waktu yang berlalu seakan menjadi saksi legenda yang berjalan itu…
Awal jumpa adalah perkenalan pertanyaan pertama yang melontar adalah Bagaimana pendapat mbak tentang cadar?
Jawabannya dari pesan singkatpun datang: Gadis itu menjawab ” aku ingin memakainya akan tetapi belum punya kemampuan” ternyata jawaban itu membuat dia tenang. Perempuan itu kecil berjilbab lumayan besar sederhana,dia dari keluarga yang menengah kebawah dari desa. Percakapan lewat pesan singkat yang membuat perkenalan itu menjadi hidup. Akhirnya dia berniat untuk meluruskan niatnya kembali untuk menikah… Kembali dia katakan ke orang tuanya bahwa dia ingin menikah akan tetapi hasilnya nihil. Apalagi gadis yang menjadi pacarnya tahu kalau ternyata sang pujaan hati telah mengenal gadis lain yang kini dianggap merebut kekasihnya. Dia adukan masalah itu ke celon mertuanya yaitu orang tua lelaki itu semakin menambah panasnya suasana keinginan hati yang ingin melakukan kebaikan. Tetapi tekad sudah bulat bahwa dia ingin menikah dengan orang yang sekufu agar rumah tangga yang dibangun itu menjadi rumah tangga yang sakinah mawadar warramah. Niat ingin menikahi perempuan baru itu disampaikan lewat email singkat yang ditulis untuk sigadis yang tetap disudut kota yang kecil.
Dengan bahasa yang jelas bahwa dia ingin datang kerumah sigadis untuk meminang pada orang tua gadis itu,dia bertanya untuk menjadi suamimu apa syaratnya? Jawaban dari gadis itu hanya singkat”untuk menjadi suamiku cukup gemati padaku menerima aku apa adanya,juga bisa menerima keluargaku”
Proses yang panjang dengan pemikiran yang matang,menimbang juga meminta kepada alloh…
Sudah bulat tekat dia untuk menikah…
Sudah tekat bulat untuk berazzam menjaga diri…
Azzam alafif …
Menikah untuk menjaga kehomatan untuk beribadah… Walau tanpa restu orang tua?????
Pernikahan sederhana dengan Ijab qobul dimasjid yang sederhana akhirnya pernikahan itu terjadi…
Disudut bumi telah hadir pasangan yang menikah hari itu…
Hari yang berlalu mereka menguatkan ikatan cinta karena Alloh karena mengharap ridho Alloh
Meskipun demikian dia tidak pernah sedikitpun niat untuk tidak berbakti kepada orang tuanya…
Dia tetap menjaga ayahnya,ibunya,adiknya… Bahkan tatkala orang tuanya marahpun terungkit lagi legenda pernikahannya
yang dianggap menyakiti hati orang tuanya,yang telah membesarkannya… menjadi wasillah dia lahir kedunia. Itu yang selalu disebut orang tuanya… Hatinya semoga diberi ketegaran oleh Alloh.
Semoga Jalan yang kami tempuh menemui sakinah samara…
Bisa lekas punya momongan… Amin